Sistem Informasi Desa Petahunan
https://petahunan.desa.id/ Petahunan
Apitan- Tradisi Apitan adalah
bentuk sedekah bumi atau selamatan khas masyarakat Desa Petahunan dan
sekitarnya yang dilaksanakan setiap bulan Apit (Zulkaidah) dalam penanggalan
Jawa. Tradisi ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang
melimpah, permohonan keselamatan, serta upaya melestarikan warisan leluhur
sebelum bulan Besar (Idul Adha).
Karakteristik dan Prosesi Tradisi Apitan:
Waktu Pelaksanaan: Diadakan setahun sekali,
tepat di antara bulan Syawal dan Idul Adha (apit/terjepit).
·
Arak-arakan Gunungan: Sering ditandai dengan
arak-arakan gunungan yang berisi hasil bumi (sayuran, buah-buahan, palawija)
yang kemudian diperebutkan oleh warga.
·
Rangkaian Acara: Dimulai dengan doa bersama
(selamatan) di Balai Dusun atau tempat umum, makan bersama, dan dimeriahkan
dengan pagelaran wayang kulit atau kesenian lokal seperti kuda kepang dan
kesenian lain.
· Makna: Bukan hanya ritual tahunan, tetapi sebagai sarana penguat hubungan sosial (gotong royong) dan ungkapan syukur kepada Tuhan YME atas rezeki, serta pengharapan terhindar dari marabahaya

Pada Kesempatan kali ini tepatnya
Rabu Wage 22 april 2026 warga Masyarakat grumbul Karangdelima Desa Petahunan
menggelar tradisi Apitan. Kegiatan ini sudah terlaksana turun temurun dari sejak
jaman dahulu. Pada kesempatan ini dihadiri pula oleh Rohmat Fadli selaku Kepala
Desa Petahunan serta perangkat desa lainya, beliau menuturkan supaya kegiatan
kegiatan seperti tersebut diatas bisa berjalan dengan baik tiap tahunya serta
dapat memberikan manfaat untuk seluruh warga Masyarakat khususnya di wilayah
grumbul Karangdelima Desa Petahunan.
Kegiatan apitan ini tidak lepas dari gotong royong Masyarakat untuk kali ini menyembelih kambing hasil local desa sebanyak 7 (tujuh) ekor kambing dengan rincian masing masing RT berkontribusi 1 (satu) ekor kambing.
Kegiatan Apitan Grumbul Karangdelima Desa Petahunan
Kegiatan Apitan ini merupakan bentuk wujud rasya syukur kita terhadap sang maha pencipta Allah tuhan
yang maha Esa atas hasil bumi ataupun
alam yang tentunya sudah baik terhadap kehidupan, sehingga dengan rasa syukur itu
diantaranya mengadakan shodaqohan makan bersama seluruh warga masyarakat,
khususnya grumbul Karangdelima dengan nasi dan lauk daging kambing (Apitan). ---
Syaiful Am ---